Ujian Terakhir

Rabu, 13 Maret 2013 09:41:00 - Posting by redaksi - 597 views

Gelaran agenda Ujian Nasional (UN) semua jenjang pendidikan pada tahun ini masih bakal bermulai pada April hingga Mei mendatang. Namun bagi siswa kelas akhir pada setiap jenjang, pergantian semester akhir sebenarnya sudah menjadi masuk ke suasana ujian. Sebab banyak rangkaian ujian lain yang harus dihadapi, seperti ujian akhir sekolah atau ujian praktik. Belum lagi beberapa kali harus mengikuti try out ujian nasional.

Itu baru bagi siswa. Bagi guru, tugas dan tanggung jawabnya juga tidak malah berkurang. Setiap kali menghadapi ujian nasional, guru bertanggung jawab untuk memberikan pemantapan dengan menambah jam belajar guna pengayaan materi. Dan ujian nasional pada tahun ini kembali layak untuk diperbincangkan sebab bisa jadi bakal menjadi tahun terakhir gelaran ujian nasional untuk jenjang sekolah dasar.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah menyatakan bila pihaknya tengah mengkaji untuk menghapus ujian nasional di tingkat sekolah dasar. Sebenarnya hasil kajian itu bakal diterapkan pada tahun ini, namun dengan pertimbangan lain, Kemdikbud masih mengulurnya untuk tahun depan. Kemdikbud tidak ingin penghapusan ujian nasional bagi sekolah dasar itu nanti bakal menjadi keputusan yang gegabah.

Ada beberapa alasan bagi Kemdikbud untuk menghapus ujian nasional bagi sekolah dasar ini. Paling utama tentu keberadaan ujian nasional sekolah dasar yang tidak sejalan dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam perundangan ini disebutkan bahwa wajib belajar pendidikan dasar adalah sembilan tahun, dari SD hingga SMP. Jika ada ujian nasional sekolah dasar maka berpotensi ada siswa SD yang tidak lulus.

Selain itu, penghapusan ujian nasional sekolah dasar juga dikaitkan dengan penerapan kurikulum 2013. Mengusung model pembelajaran tematik-integratif, kurikulum 2013 nantinya tidak menekankan pada hasil semata melainkan juga pada proses. Ada juga alasan lain yang mengemuka bahwa pada dasarnya ujian nasional itu sudah diserahkan ke sekolah masing-msaing sehingga peran pemerintah pusat sangat minim di SD.

Namun dari berbagai kalangan melihat bila langkah Kemdikbud yang masih mengkaji keberadaan ujian nasional sekolah dasar sebagai langkah yang sangat terlambat. Semestinya sudah dari dulu hal itu dilakukan sebab siswa pendidikan dasar tidak boleh drop out apalagi didrop-outkan oleh ujian nasional. Dalam hal ini sebenarnya Kemdikbud menyadari kesalahannya namun malu untuk mengakuinya.

Namun menghapus ujian nasional tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, banyak orang berkepentingan dengan ujian penentu ini. Setiap tahun, menurut Kemendikbud, UN menghabiskan duit negara sekitar Rp 540 miliar; ujian nasional tak lebih dari proyek belaka. Mereka yang terlibat, tentu tidak menghendaki jika UN dihilangkan. Ini malah menjadikan ujian nasional sebagai masalah perut, bukan masalah akademis.(*)

 

Tags # #terakhir #ujian